
WASHINGTON Departemen Keuangan AS telah menerapkan sanksi terhadap sebuah firma Hongkong yang berbasis di Iran dengan tuduhan membantu program rudal nuklir Korea Utara.
Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa mereka telah memerintahkan untuk membekukan semua aset Amerika dan melarang perusahaan-perusahaan Amerika untuk melakukan transaksi dengan Hongkong Electronics dan Namchongang Trading Corporation di Korea Utara.
Tidak jelas apakah kedua perusahaan itu memiliki aset Amerika namun tindakan tersebut tampaknya ditujukan untuk mengisolasi mereka dari semua bank dan perusahaan negara-negara lain yang mungkin akan menolak berurusan dengan mereka karena takut melanggar hukum Amerika.
Pernyataan yang dikeluarkan Depkeu menuduh Hongkong Electronics, berlokasi di Kish Island Iran Selatan, mengirim dana jutaan dolar yang terkait dengan pengembangan nuklir dari Iran ke Korea Utara.
Depkeu mengklaim bahwa sejak tahun 2007 Hongkong Electronics telah mengirim dana atas nama Tanchon Commercial Bank Korea Utara dan Korea Mining Development Trading Company (KOMID).
“Korea Utara memanfatkan perusahaan-perusahaan terdepan seperti Hongkong Electronics dan serangkaian praktik penipuan lainnya untuk menutupi transaksi keuangannya yang sebenarnya., menjadikannya mustahil bagi bank yang bertanggung jawab dan pemerintah untuk membedakan mana yang legitimate dan tidak legitimate dari transaksi Korea Utara,” ujar Stuart Levey, Undersecretary of Treasury for Terrorism and Financial Intelligence.
Sedangkan Namchongang digambarkan oleh Deplu sebagai sebuah “perusahaan yang berhubungan dengan nuklir” yang berbasis di Pyongyang, ibukota Korea Utara.
Tanchon yang berbasis di Pyongyang adalah cabang finansial dari KOMID, penjual senjata Korea Utara yang terdahulu dan eksporter utama peralatan yang terkait dengan rudal balistik dan senjata konvensional.
Pernyataan dari Depkeu juga menuduh Tanchon memiliki “hubungan aktif” dengan berbagai cabang bank Sepah Iran, yang berada dalam sanksi PBB karena menyediakan layanan finansial terhadap program rudal Iran.
Washington sendiri memasukkan Sepah ke dalam daftar hitam sejak tahun 2007, menuduhnya memiliki peran kunci dalam membiayai pengembangan senjata pemusnah masal.
“Tindakan yang kami ambil hari ini merupakan bagian dari seluruh upaya mencegah Korea Utara menyalahgunakan sistem keuangan internasional untuk mengembangkan program nuklir dan rudalnya serta menjual teknologi berbahaya ke seluruh dunia,” ujar Levey.
PBB telah memperpanjang sanksi terhadap Korea Utara, menyusul uji coba nuklirnya yang kedua yang dilakukannya pada 25 Mei tahun ini, menyusul ditemukannya bukti percobaan nuklir dan kelaparan masal pada tahun 1990an.
Awal bulan ini, Pyongyang mengatakan bahwa mereka mulai melakukan pengayaan plutonium dan akan memulai program baru pengayaan uranium. (ri/ptv/bbc/nyt) Dikutip oleh www.suaramedia.com
Comments (0)

Write comment



