kopimu.com

Wednesday
Mar 10th

Pelanggaran HAM di Mesir

E-mail Cetak PDF
Menyusul penayangan filem "Bersama Hingga Mesir Bebas dari Penyiksaan", sekelompok pengacara dan aktifis politik Mesir memperingatkan pemerintah Mesir soal pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan penyiksaan tahanan. Filem itu membeberkan aksi kekerasan 20 personil polisi Mesir terhadap seorang wartawan yang tengah menjalankan tugasnya. Wartawan malang tersebut dilempar sekelompok polisi dari atas tangga salah satu gedung pemerintahan. Di bagian lain, filem itu juga menayangkan rekaman video sekelompok polisi Mesir yang menyerang aktivis Ikhwanul Muslimin dan tindakan brutal seorang perwira polisi yang melempar aktifis gerakan Islam, Faris Barakat dari atas lantai empat sebuah gedung bertingkat.

Penayangan filem tersebut turut membongkar tindakan ilegal pemerintah Mesir dan aksi pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pihak keamanan negara itu. Pemerintah Mesir sendiri saat ini berada di bawah tekanan pelbagai LSM pembela HAM, lantaran pelbagai kasus pelanggaran HAM, hak-hak sipil, dan penyiksaan terhadap para tahanan.

Wafa Al-Mesri, pengacara yang juga aktifis hukum di Mesir sembari memaparkan pelbagai aksi pelanggaran HAM dan kasus penyiksaan terhadap para tahanan di negara itu, ia juga mengkritik pedas aksi kekerasan pihak keamanan dan kebijakan Departemen Dalam Negeri Mesir.

Muhsin Behsani, aktifis hukum lain Mesir juga mengungkapkan bahwa kebijakan penerapan aksi penyiksaan terhadap tahanan telah dianggap sebagai hal yang wajar. Bahkan, pelbagai teknik penyiksaan telah diajarkan secara resmi di akademi kepolisian Mesir.

Ikhwanul Muslimin Mesir juga mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam terhadap kondisi penjara-penjara di Mesir yang sangat mengenaskan. Gerakan Islam itu juga menilai bahwa kondisi penjara-penjara tersebut bahkan lebih buruk ketimbang penjara Abu Ghuraib di Irak. Pihak keamanan Mesir menerapkan tindakan yang sangat brutal dan tak manusiawi terhadap para tahanan. Salah seorang anggota parlemen Mesir juga mengakui bahwa penyiksaan di penjara-penjara negaranya jauh lebih buruk dan mengerikan ketimbang apa yang terjadi di penjara Abu Ghuraib, Irak.

Baru-baru ini, Dewan Nasional HAM Mesir dalam laporan tahunannya juga mengungkap beberapa kasus pelanggaran HAM. Perlakuan buruk terhadap mereka yang dicekal di kantor polisi, penyiksaan terhadap para tahanan, penangkapan aktivis politik dan penulis webblog, serta peradilan warga sipil di mahkamah militer merupakan sejumlah contoh kasus pelanggaran HAM oleh aparat keamanan Mesir. Laporan itu juga menyatakan bahwa penyiksaan terorganisir di penjara-penjara Mesir telah berubah menjadi ihwal yang wajar. Kini, tercatat sekitar 40 lembaga internasional pembela HAM mendesak Kairo untuk menghormati prinsip-prinsip HAM dan menghentikan aksi penyiksaan terhadap tahanan.
Comments (0)Add Comment

Write comment
smaller | bigger

busy
Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 01 Juli 2009 09:16 )